Contoh Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan pada Pasien Isolasi Sosial
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN SETIAP INTERAKSI
(RENCANA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT)
A.
Proses Keperawatan
- Kondisi Klien
![]() |
Ilustrasi Isolasi Sosial |
Klien merasa malu dan
dirinya tidak berguna karena tidak bisa memberikan anak untuk suaminya. Klien terlihat sedih, menyendiri dalam
ruangan dan hanya berdiam di tempat tidur serta menolak bertemu dengan orang
lain. Klien cenderung menarik diri dari lingkungan pergaulan. Klien suka
melamun, berdiam diri, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain.
Data Subjektif :
a)
Klien mengatakan malas berkomunikasi dan bertemu dengan
orang lain.
b)
Klien mengatakan orang – orang jahat dengan dirinya.
c)
Klien merasa malu terhadap dirinya sendiri dan tidak
berguna karena tidak bisa memberikan anak.
Data
Objektif :
a)
Klien tampak menyendiri.
b)
Klien tidak mau melakukan aktivitas diluar kamar, hanya
berdiam diri ditempat tidur.
c)
Klien menolak berinteraksi dengan orang lain.
d)
Klien terlihat sedih dan suka melamun.
- Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial
- Tujuan Khusus
Strategi pelaksanaan 1 (SP 1)
untuk klien.
SP 1 : Bantu Pasien Menyadari Perilaku Isolasi Sosial:
a.
Menanyakan
pendapat pasien tentang kebiasaan berinteraksi dengan orang lain
b.
Menanyakan
apa yang menyebabkan pasien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain .
c.
Mendiskusikan
keuntungan bila pasien memiliki banyak teman dan bergaul akrab dengan mereka.
d.
Mendiskusikan
kerugian bila pasien hanya mengurung diri dan tidak bergaul dengan orang lain.
e.
Menjelaskan
pengaruh isolasi sosial terhadap kesehatan fisik pasien.
Strategi komunikasi dalam
pelaksanaan tindakan keperawatan :
SP 1
- Orientasi
- Salam Terapeutik
“Assalamualaikum...Ibu,
Nama saya Rini Mentari, ibu boleh panggil saya Perawat Rini. Saya mahasiswa keperawatan Poltekkes
Banjarmasin. Saya sedang praktik di sini dari pukul 08.00 sampai 14.00 siang.”
“Kalau boleh saya tahu nama
ibu siapa?”
“Dan senang dipanggil dengan
sebutan apa?”
- Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan ibu hari
ini?”
-
Kontrak
a.
Topik : “Apakah ibu tidak keberatan untuk berbicara dengan saya? Bagaimana kalau kita berbicara
untuk lebih saling mengenal sekaligus agar ibu dapat mengetahui tentang keuntungan dan kerugian
berinteraksi dengan orang lain?”
b.
Waktu : “Kita akan membicarakannya selama
15 menit. Ibu bersedia?
c. Tempat : “Dimana kita duduk? Bagaimana kalau di sini saja bu?
d. Tujuan
:“Agar Ibu bisa mengetahui keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan
orang lain.”
2.
Kerja ( Langkah – langkah tindakan keperawatan)
-
Bagaimana
kebiasaan ibu dalam berinteraksi dengan orang lain?
-
Apa
yang menyebabkan ibu tidak
ingin berinteraksi dengan orang lain ?
-
Apa saja
keuntungan bila ibu memiliki banyak teman dan bergaul akrab dengan mereka?
-
Apa
saja kerugian bila ibu hanya mengurung
diri dan tidak bergaul dengan orang lain?
-
Bagaimana pengaruh
isolasi sosial terhadap kesehatan fisik Ibu?
3.
Terminasi
a.
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan ibu setelah kita berdiskusi tadi?
Apakah ibu
merasa senang setelah berinteraksi dengan saya ?”
Evaluasi Objektif
“Setelah kita ngobrol tadi,
sekarang coba ibu simpulkan keuntungan
dan kerugian apabila kita berinteraksi dengan orang lain?”
b.
Tindak lanjut klien
:
“Nah ibu mulai sekarang
coba membuat daftar kentungan dan kerugian yang ibu rasakan apabila tidak
berinteraksi dengan orang lain. Besok akan suster periksa daftar yang ibu
buat.”
c.
Kontrak yang akandatang :
-
Topik : “Ibu, bagaimana kalau besok kita latihan tentang caranya berinteraksi
(berkenalan) dengan orang lain ?”
-
Waktu : “Bagaimana kalau besok jam 09.30, Ibu bisa?”
-
Tempat:“Bagaimana jika tempat untuk mengobrol besok di taman itu?Besok
perawat tunggu di tempat itu, sampai
jumpa besok bu, silahkan
ibu kembali beristirahat. Wassalamu’alaikum
. . .”
Strategi pelaksanaan 2 (SP 2)
untuk klien.
SP 2 : Latih Pasien
Berinteraksi dengan Orang Lain Secara Bertahap:
a. Menjelaskan kepada klien cara berinteraksi
dengan orang lain
b.
Memberikan contoh cara berbicara dengan orang lain
c.
Memberi
kesempatan pasien mempraktekkan cara berinteraksi dengan orang lain yang dilakukan
di hadapan saudara
d.
Memulai membantu
pasien berinteraksi dengan satu orang teman/anggota keluarga
e.
Bila pasien
sudah menunjukkan kemajuan, tingkatkan jumlah interaksi dengan dua, tiga, empat
orang dan seterusnya..
f.
Menganjurkan
pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
Kondisi
klien : Ny. N mulai terbina hubungan saling percaya dengan perawat, klien
menampakkan sedikit kemajuan dengan mampu terbuka dengan perawat, klien
mengetahui keuntungan berinteraksi dengan orang lain dan klien berkeinginan
untuk memiliki teman (berinteraksi dengan orang lain)dan klien tidak
menampakkan wajah sedihnya lagi.
SP 2
- Orientasi
- Salam Terapeutik
“Assalamualaikum... Ibu
, saya perawat Rini, Ibu masih ingat dengan saya ?”
-
Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan ibu hari
ini? Bagaimana tidurnya tadi malam? Ada keluhan tidak?”
“Kemarenkan saya minta ibu untuk membuat daftar keuntungan dan kerugian
yang ibu rasakan apabila tidak berinterksi dengan orang lain, bisa saya liat bu
daftarnya ?”
“Bagus ibu sudah mengerjakan tugas yang diberikan.”
-
Kontrak
a.
Topik : “Sesuai janji kita kemaren
setelah ibu mengetahui keuntungan dan kerugian tidak berinterksi dengan orag
lain, sekarang kita akan belajar berkenalan dengan orang lain, agar ibu mampu
berinteraksi dengan orang lain.”
b.
Waktu : “Kita akan mengobrol selama 20
menit. Ibu bersedia?”
c. Tempat : “Sesuai janji kita kemaren kita akan mengobrol di taman ini saja
ya.”
d. Tujuan
:“Agar Ibu bisa mampu berkenalan dengan orang lain.”
2.
Kerja ( Langkah – langkahtindakankeperawatan)
“ Begini ibu, untuk berkenalan dengan orang lain
pertama-tama kita menyapa mereka terlebih dulu, sambil tersenyum dan menjabat
tangannya, lalu kita perkenalkan nama kita, nama panggilan yang kita suka, asal
kita, dan hobi. Setelah itu baru ibu menanyakan nama orang yang diajak
berkenalan. Sekarang perawat contohkan terlebih dahulu, ibu tolong
diperhatikan.”
“ Hai, selamat pagi, nama saya Rini Mentari, saya
senang dipanggil Rini, saya berasal dari Banjarbaru, hobi saya membaca. Kalau
boleh saya tahu, Nama kamu siapa ?senangnya dipanggil apa? Kamu berasal dari
mana?Hobinya apa?”
“ sekarang coba ibu praktekan cara berkenalan
dengan orang lain dihadapan perawat, misalnya ibu belum kenal dengan saya, coba
ibu berkenalan dengan saya”
(perawat membantu pasien berinteraksi)
“ya ibu sudah bagus, dapat berkenalan dengan orang
lain. Coba ibu lakukan sekali lagi berkenalan dengan saya.”
“setelah ibu berkenalan dengan orang lain ibu bisa
melanjutkan percakapan tentang hal-hal yang menyenangkan yang ingin ibu
bicarakan. Misalnya, tentang cuaca, tentang hobi, tentang keluarga, tentang
pekerjaan dan lain sebagainya.”
“Nah ibu kan sudah bisa berkenalan dengan saya,
coba sekarang perawat temani ibu untuk bisa dengan berkenalan dengan orang
lain. Bagaimana jika ibu berkenalan dengan perawat yang ada disana.”
(Pasien mencoba berkenalan dengan perawat lain)
“Ibu kan tadi sudah berkenalan, coba sebutkan nama
perawat yang ibu ajak kenalan tadi.”
Iya bagus sekali sudah bisa berinteraksi dengan
orang lain.”
3.
Terminasi
a.
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
“Ibu tadi
sudah mempraktekkan cara berkenalan dengan baik, bagaimana perasaan
ibu?.
EvaluasiObjektif
“Setelah kita ngobrol tadi,
sekarang coba ibu ulangi lagi
cara berkenalan dengan saya?”
b.
Tindak lanjutklien
:
“Nah ibu selanjutnya
ibu dapat mengingat-ingat apa yang kita pelajari tadi selama saya tidak ada.
Sehingga ibu lebih siap untuk berkenalan dengan orang lain yang lebih banyak
lagi.”
“Ibu untuk lebih banyak teman, ibu ingin berkenalan dengan siapa lagi?”
Kapan waktunya ibu ingin berkenalan dengan teman sekamar ibu ?”
“Baik lah kalau begitu saya akan memasukkan kegiatan ini pada jadwal
harian ibu. Dan saya akan mengecek kembali apakah ibu benar sudah berkenalan
dengan teman sekamar ibu.”
c.
Kontrak yang akandatang :
-
Topik : “Ibu bagaimana kalau besok kita
berlatih untuk berinteraksi dengan orang lain, sambil melakukan kegiatan rumah
tangga seperti menyapu, mencuci piring dan lain sebagainya?”
-
Waktu : “Kapan ibu ingin melakukannya ?”
-
Tempat:“Nanti perawat akan mendatangi ibu setelah sarapan pagi dan kita
akan berbicara diruang tengah. Ibu bisa kembali beristirahat. Saya kembali
keruangan dulu ya bu.Wassalamu’alaikum
. . .”
Strategi pelaksanaan 3 (SP 3)
untuk klien.
SP 3 : Latih Pasien
Berinteraksi dengan Orang Lain Secara Bertahap (interaksi kegiatan sosial dan
RT) :
a. Memberi pujian untuk setiap kemajuan
interaksi yang telah dilakukan oleh pasien
b. Melatih pasien bercakap-cakap dengan
anggota keluarga saat melakukan kegiatan harian dan kegiatan rumah tangga
c. Melatih pasien bercakap-cakap saat
melakukan kegiatan sosial misalnya : belanja ke warung, ke pasar, ke
kantor pos, ke bank dan lain-lain
d. Bersiap mendengarkan ekspresi perasaan
pasien setelah berinteraksi dengan orang lain. Mungkin pasien akan
mengungkapkan keberhasilan atau kegagalannya. Beri dorongan terus menerus agar
pasien tetap semangat meningkatkan interaksinya.
e. Menganjurkan pasien memasukkan dalam
jadwal kegiatan harian.
Kondisi Klien : Ny. N mampu menirukan cara
berkenalan yang dicontohkan oleh perawat, klien sudah mampu berkenalan dengan
teman sekamarnya meskipun masih nampak ragu-ragu dalam memulai pembicaraan dan
klien sudah mau melakukan aktifitas diluar rumah.
SP 3
- Orientasi
- Salam Terapeutik
“Assalamualaikum... Ibu.
Saya perawat Rini, Masih ingat dengan saya, Ibu?”
-
Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan ibu hari
ini?
“Kemarenkan kita sudah latihan berkenalan dengan orang lain, nah ibu
bagaimana apakah ibu sudah berkenalan dengan teman sekamar ibu ?”
“Kalau Ibu sudah berkenalan, coba sekarang beritau perawat siapa nama
teman sekamar ibu ?asalnya dari mana ? hobinya apa ?”
“Bagus ibu sudah mengerjakan tugas yang diberikan. Selanjutnya ibu bisa
mencoba sendiri untuk bisa berkenalan dengan teman – teman diruangan lain”
“Bagaimana perasaan ibu setelah bisa berkenalan dengan orang lain ?”
-
Kontrak
a.
Topik : “Sesuai janji kita kemaren
setelah ibu bisa berkenalan dengan orang lain, sekarang kita akan belajar
berinteraksi dengan orang lain sambil melakukan kegiatan sehari – hari.”
b.
Waktu : “Kita akan melatih interaksi ibu
dengan orang lain selama 10 menit kemudian ibu akan memperaktekkannya. Ibu
bersedia?”
c. Tempat : “Sesuai janji kita kemaren kita akan mengobrol di ruang tengah ini
saja ya.”
d. Tujuan
:“Agar Ibu bisa mampu berkenalan dengan orang lain.”
2.
Kerja ( Langkah – langkahtindakankeperawatan)
Selanjutnya
ibu bisa berinteraksi sambil melakukan kegiatan sehari-hari seperti saat ibu
mencuci piring, ibu bisa mengobrol dengan teman yang mencuci piring juga, pada
saat ibu menyapu teras ibu juga bisa menyapa orang yang lewat didepan ibu.
Sekarang kita coba ya bu, itu ada teman ibu yang sedang mencuci piring, ibu
bisa lakukan interaksi denganya sambil ibu mencuci piring.”
(berbicara dengan pasien lain yang sedang melakukan
aktivitas) nah ibu, ini pasien saya ingin berkenalan dengan ibu?
Sekarang ibu bisa memulai berinteraksi dengan dia?
(pasien mulai berkenalan, menyebutkan nama,
asalnya, dan hobi. Kemudian pasien menanyakan kembali, siapa namanya, asalnya
darimana, dan apa hobinya. Setelah mereka berkenalan mereka mencoba memulai
membahas mengenai apa yang mereka lakukan).
“Bagaimana perasaan ibu setelah berinteraksi tadi?”
“Itu wajar ibu, untuk pertama kali berinteraksi. Tapi
ibu tetap semangat, ibu bisa berbicara dengan teman sekamar ibu untuk
membicarakan hal-hal yang menyenangkan.”
“Bagus sekali ibu, ibu sudah mulai bisa
berinteraksi dengan orang lain.”
3.
Terminasi
a.
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
“Ibu tadi
sudah mempraktekkan cara berkenalan dengan baik, bagaimana perasaan ibu?.
Evaluasi Objektif
“setelah ibu
berinteraksi tadi, coba sekarang ibu ceritakan kembali apa saja yang ibu
bicarakan dengan teman ibu tadi.”
b.
Tindak lanjut klien
:
“Nah ibu selanjutnya
ibu dapat mengulanginya kembali cara berinteraksi kita tadi. Ibu ingin latihan
berinterksi dengan orang lain saat melakukan aktivitas apa saja ?”
“Kapan ibu waktunya akan melakukan interaksi dengan orang lain ?”
“Baik lah kalau begitu saya akan memasukkan kegiatan ini pada jadwal ibu.
Dan saya akan melakukan pengecekan apakah ibu benar sudah melakukan interaksi”
Kondisi klien : Ny. N mulai menampakkan kemajuan,
dengan mampu berinteraksi dengan orang lain dalam segala aktifitas rumah
tangga, walau awalnya klien masih ragu-ragu dan takut.
Tujuan tindakan keperawatan terhadap keluarga:
Keluarga mampu :
1. mengenal
masalah isolasi sosial
2. mengambil
keputusan untuk merawat isolasi sosial
3. merawat
isolasi sosial
4. memodifikasi
lingkungan yang mendukung pasien berinteraksi dengan orang lain memanfaatkan
fasilitas pelayanan kesehatan
Tindakan keperawatan terhadap
keluarga
Strategi pelaksanaan 1 (SP 1)
untuk keluarga.
a. Mendiskusikan
masalah yang dirasakan dalam merawat pasien
b.
Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala, proses
terjadinya isolasi sosial dan mengambil keputusan merawat pasien.
Kondisi keluarga : Tn. H mulanya merasa benci
terhadap istrinya dikarenakan tak mampu memberikannya keturunan selama 7 tahun
mereka menikah, namun semenjak istrinya mengalami gangguan jiwa dan dirawat
diRS jiwa, Tn. H akhirnya menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya beserta
ibunya adalah salah, Ia menyadari seharusnya ia tak memperlakukan istrinya
seperti itu.
SP 1
- Orientasi
- Salam Terapeutik
“Assalamualaikum... bapak.
Perkenalkan saya perawat rini yang merawat istri bapak. Kalau boleh saya tahu
nama bapak siapa? Hari ini saya melakukan kunjungan rumah berkaitan dengan
tindak lanjut perawatan istri bapak dirumah.
-
Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?
“sebelumnya apakah bapak sudah tahu istri bapak mengalami sakit apa?”
-
Kontrak
a.
Topik : “karna bapak belum tahu,
bagaimana kalau kita membahas mengenai masalah isolasi social dan cara merawat
pasien dengan isolasi social.”
b.
Waktu : “berapa lama bapak punya waktu
untuk kita membahas masalah itu, bagaimana kira – kira selama 30 menit. Bapak
bersedia?”
c. Tempat : “kira-kira dimana kita bisa membahas mengenai hal itu? “
d. Tujuan
:“agar bapak mampu mengenali isolasi social, mampu mengidentifikasi
pasien dengan isolasi social dan bapak mampu merawat pasien dengan isolasi
social.”
2.
Kerja ( Langkah – langkahtindakankeperawatan)
“ sebelumnya saya meminta maaf, apakah bapak tahu
penyebab dari isolasi social yang dialami oleh istri bapak?”
“ syukur bapak sudah menyadari mengenai kondisi
istri bapak. Selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai isolasi social yang
dialami oleh istri bapak. Isolasi social adalah salah satu gejala penyakit yang
juga dialami oleh pasien-pasien gangguan jiwa yang lain. Tanda –tanda nya
antara lain :mengurung diri, tidak mau bergaul dengan orang lain, kalaupun
berbicara hanya sebentar dengan wajah menunduk, menolak berinteraksi dengan
orang lain.”
“biasanya, masalah ini muncul karena memiliki
pengalaman yang mengecewakan saat berhubungan dengan orang lain. Seperti ;
sering ditolak, tidak dihargai, atau berpisah dengan orang-orang terdekat,
sering dikucilkan dengan mengata-ngatainya hal yang negative.”
“Biasanya proses terjadinya isolasi social ini
tidak sebentar, klien mendapatkan tekanan yang cukup besar dalam waktu lama,
namun klien tidak mampu merespon secara positif terhadap masalahnya sehingga
klien merasa malu akan keadaan dirinya dan mulai menuup diri dari lingkungan
sekitar. Sehingga terjadi respon maladaptive seperti menarik diri dari
lingkungan.”
“apabila masalah isolasi social ini tidak diatasi,
maka seorang bisa mengalami halusinasi, yaitu mendengar suara atau melihat
bayangan yang sebetulnya tidak ada.”
“Nah bapak sampai sini ada yang ingin ditanyakan ?”
3.
Terminasi
a.
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
EvaluasiSubjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita membahas
mengenai masalah isolasi social tadi ?”
Evaluasi Objektif
“Sekarang coba bapak ulangi lagi apa yang
dimaksud isolasi social dan tanda orang yang mengalami isolasi social?”
b.
Tindak lanjut klien
:
“Mungkin bapak bisa memberitahukan informasi mengenai isolasi sosial yang
kita diskusikan tadi dengan seluruh keluarga bapak agar dapat menerima keadaan
istri bapak yang sebenarnya.”
c.
Kontrak yang akandatang :
-
Topik : “Bapak bagaimana kalau pertemuan
kita selanjutnya, akan membahas mengenai cara merawat istri bapak yang
mengalami isolasi social?”
-
Waktu : “Bagaimana apabila pertemuan
selanjutnya saat bapak melakukan kunjungan kerumah sakit yaitu tiga hari lagi? Bapak akan kerumah sakit pada jam berapa
hari itu ?”
-
Tempat:“Bapak nanti kita akan berdiskusi di ruangan perawat saja dan akan
langsung memperaktekkan cara merawat istri bapak yang mengalami isolasi social.
Baiklah bapak saya permisi dulu sampai ketemu dirumah sakit.Wassalamu’alaikum . . .”
Strategi pelaksanaan 2 (SP 2)
untuk keluarga.
a. Melatih
keluarga cara merawat isolasi sosial
b.
Membimbing keluarga merawat isolasi sosial
c.
Melatih keluarga menciptakan suasana keluarga dan
lingkungan yang mendukung meningkatkan kemampuan sosialisasi.
Kondisi keluarga : Tn.H akhirnya mengetahui kondisi
yang dialami istrinya, ia pun mulai menjelaskan tentang kondisi istrinya kepada
ibunya. Dan sekarang Tn.H sangat antusias untuk memahami cara merawat istrinya
yang mengalami isolasi sosial.
SP 2
- Orientasi
- Salam Terapeutik
“Assalamualaikum... ,bapak.
Apakah bapak masih ingat dengan saja. Saya perawat rini yang merawat istri
bapak.
-
Evaluasi/Validasi
“Bagaimana kabar bapak hari ini ?”
“Apakah bapak sudah menyampaikan informasi yang kita bicarakan 3 hari
lalu dan mendiskusikan keadaan istri bapak dengan anggota keluarga ?”
“Bagus bapak sudah menyampaikannya kepada keluarga.”
-
Kontrak
a.
Topik : “Sesuai janji kita, hari ini kia
akan membicarakan dan berlatih tentang merawat istri bapak yang mengalami
isolasi sosial.”
b.
Waktu : “Kita akan berdiskusi selama 15
menit kemudian akan langsung mempraktekkannya kepada istri bapak. Apakah Bapak
bersedia?”
c. Tempat : “Kita akan membahas hal ini diruangan perawat ini saja ya pak dan
nanti akan langsung praktek ke kamar rawat istri bapak. Bagaimana pak ? “
d. Tujuan
:“agar bapak mampu merawat istri bapak dan menciptakan lingkungan yang
mendukung untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi istri bapak.”
2.
Kerja ( Langkah – langkahtindakankeperawatan)
“Bapak kan sudah mengerti tentang kondisi istri
bapak yang mengalami isolasi social.Untuk menghadapi hal yang demikian, bapak
dan anggota kelarga lainnya harus sabar menghadapi istri bapak dan untuk
merawat istri bapak, keluarga perlu melakukan beberapa hal. Pertama, keluarga
harus membina hubungan saling percaya dengan istri bapak yang caranya adalah bersikap
peduli dengan istri bapak dan jangan ingkar janji. Kedua, keluarga perlu
memberikan semangat dan dorongan kepada istri bapak untuk bisa melakukan
kegiatan bersama-sama dengan orang lain. Berilah pujian yang wajar dan jangan
mencela kondisi pasien.”
“selanjutnya, jangan biarkan istri bapak sendirian
dan melamun. Buat rencana atau jadwal bercakap-cakap dengan istri bapak. Misalnya
: sholat bersama, makan bersama, rekreasi bersama, melakukan kegiatan rumah
tangga bersama.”
“apakah bapak sudah mengerti?bagaimana kalau kita
sekarang laihan untuk melakukan cara tersebut. Begini contoh komunikasinya :
istriku saya lihat sekarang kamu sudah bisa bercakap-cakap dengan orang lain,
seperti : perawat dan teman sekamar. Perbincangannya juga lumayan lama, aku
senang sekali melihat perkembangan kamu, coba kamu berbincang – bincang dengan
saya, seperti dulu. Lalu bagaimana mulai sekarang kamu sholat berjamaah . kalau
diRS ini kamu sholat dimana?kalau nanti dirumah kamu sholat bersama-sama saya
dengan keluarga atau di mushola komplek. Bagaimana istriku, kamu mau mencobanya
kan ?”
“Nah coba sekarang bapak ulangi percakapan yang
saya contohkan tadi.”
“Bagus pak, bapak telah memperagakannya dengan baik
sekali.”
“Sampai disini, apakah ada yang ingin bapak
tanyakan?”
“Nah bapak ayo sekarang kita coba langsung praktek
ke istri bapak.”
“Sekarang bapak bisa mempraktekkan apa yang sudah
kita latih tadi.”
(perawat mengobservasi suami cara mempraktekkan
merawat pasien seperti yang telah dilatihkan pada latihan tadi)
3.
Terminasi
d.
Evaluasi respon keluarga terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan Ibu setelah berbincang –
bincang dengan suaminya ?”
“Bagaimana perasaan Bapak setelah berbincang –
bincang dengan istrinya ?’
Evaluasi Objektif
(Dari hasil observasi perawat menilai ibu nuri dan suaminya telah dapat
berkomunikasi walau masih ada sedikit hambatan)
e.
Tindak lanjut klien
:
“Bapak kan sudah bisa menerapkan cara merawat dan berkomunikasi yang baik
dengan istri bapak. Nanti untuk kunjungan selanjutnya bapak bisa menerapkan hal
tersebut.”
f.
Kontrak yang akandatang :
-
Topik : “Bapak bagaimana kalau pertemuan
kita selanjutnya, apabila nanti kondisi ibu sudah membaik dan diperbolehkan
pulang, kita akan membahas mengenai perawatan lanjutan istri bapak dirumah?”
-
Waktu : “Kita akan berdiskusi selama 15
menit, apakah bapak bersedia ?”
-
Tempat:“Bapak nanti kita akan berdiskusi di ruangan perawat saja pada saat
bapak akan menjemput istri bapak. Bapak silahkan lanjutkan berbicara dengan
istri bapak, saya akan kembali ke ruangan. Wassalamu’alaikum . . .”
Strategi pelaksanaan 3 (SP 3)
untuk keluarga.
a. Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas
di rumah termasuk minum obat (discharge
planning).
b.
Mendiskusikan
tanda dan gejala kekambuhan yang memerlukan rujukan segera ke fasilitas
pelayanan kesehatan
c.
Menganjurkan
follow up ke fasilitas pelayanan kesehatan secara teratur.
Kondisi
keluarga : Tn.H mengalami kemajuan dalam perawatan istrinya terutama dalam hal
interaksi. Dan ekspresi wajah Tn H sangat bahagia karna istrinya sudah dapat
pulang kerumah dan Ia sangat antusias untuk menjaga istrinya.
SP 3
- Orientasi
- Salam Terapeutik
“Assalamualaikum... bapak.
Apakah bapak masih ingat dengan saya. Saya perawat rini yang merawat istri bapak.
-
Evaluasi/Validasi
“Bagaimana kabar bapak hari ini ?”
“Bagaimana interaksi bapak dengan istri bapak sekarang ?”
-
Kontrak
a.
Topik : “Sesuai janji kita, hari ini
istri bapak akan pulang kerumah, maka kita perlu bicarakan perawatan lanjutan
dirumah dan tanda – tanda gejala kekambuhan.”
b.
Waktu : “Kita akan berdiskusi selama 15
menit, apakah Bapak bersedia?”
c. Tempat : “Kita akan membahas hal ini diruangan perawat ini saja ya pak.
Bagaimana pak ? “
d. Tujuan
:“agar bapak mampu merawat istri bapak dirumah dan mampu
mengindentifikasi segera tanda – tanda kekambuhan istri bapak.”
2.
Kerja ( Langkah – langkahtindakankeperawatan)
“Bapak
ini jadwal harian istri bapak dirumah. Coba bapak lihat, dapatkah bapak melakukan
kegiatan ini dirumah menggantikan peran perawat. Lanjutkan jadwal ini dirumah
baik jadwal kegiatan maupun jadwal minum obatnya.”
Hal
– hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut mengenai kekambuhan istri bapak
adalah perilaku yang ditampilkan istri bapak selama dirumah misalnya, kalau
istri bapak terus menerus tidak mau bergaul dengan orang lain, menolak minum obat,
atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain.”
“Jika
hal ini terjadi segera lapor ke rumah sakit atau bawa istri bapak kerumah
sakit.”
“Nah,
bapak ada yang ingin ditanyakan ?”
3.
Terminasi Akhir
g.
Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan bapak atas kepulangan istri
bapak ?”
Evaluasi Objektif
“Apakah bapak bisa menjelaskan apa itu isolasi social dan tanda –
tandanya ?”
“Bagaimana cara merawat istri bapak di rumah ?”
“Bisakah bapak menyebutkan beberapa tanda kekambuhan istri bapak ?”
h.
Tindak lanjut klien
:
“Bapak jangan lupa control ke rumah sakit sebelum obat habis atau ada
gejala yang tampak.”
Comments
Post a Comment